
LAMONGAN, KOMPAS.com - Seni hadrah bisa mencegah stroke, darah tinggi dan stress. Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Ahmad Bagdja, pada Festival Seni Hadrah Nusantara di Pondok Pesantren Tarbiyatut Tholabah, Desa Kranji, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, Sabtu (20/2/2010) menjelaskan alat musik seni hadrah dimainkan langsung dengan tangan yang dipukulkan secara teratur dan berirama tanpa alat pemukul.
Hal itu membuat peredaran darah lancar termasuk sampai ke otak. "Hasil riset menunjukkan lancarnya peredaran darah membuat badan menjadi sehat dan tidak mudah terkena stroke," kata Bagdja.
Dia juga menjelaskan seni hadrah juga nemberi energi spiritual positif dan memberi ketenangan batin. Lewat lirik syairnya yang mengandung dakwah dan syarat pesan moral menyejukkan jiwa. "Terapi musik memberi rileksasi, apalagi kalau bernuansa Islami. Ini mencegah stress dan darah tinggi," tuturnya.
Dia juga memaparkan seni hadrah sebagai bagian dari sejarah dan perkembangan Nahdlatul Ulama. Seni hadrah sebagai media dakwah perlu diperhatikan dan dilestarikan.
Hadrah bukan saja berkembang di pesantren tetapi juga di kampus-kampus. "Sebagai seni bernuansa islami hadrah harus berkembang dan menjadi media dakwah yang bermakna bagi Nahdlatul Ulama," paparnya.
Hadrah sebagai bagian seni dan sarana dakwah dan siar islam menguatkan ajaran ahlus sunah waljamaah berdasar tradisi masyarakat. NU tempat tumbuh dan berkembangnya tradisi yang tidak bertentangan dengan nilai-nilai islam. "Tradisi yang tumbuh di masyarakat diberi warna sentuhan agama. Nilai bersama nilai agama di pesantren sebagai pusat pendidikan dan seni menjadi kekuatan moral dan kultural," katanya menegaskan.
Festival Hadrah Nusantara digelar PBNU pramuhtamar ke-32 di Makasar 22-27 Maret mendatang dan haul pendiri Ponpes Tarbiyatut Tholabah KH Mustofa. Festival kali ini diikuti 39 peserta dari berbagai daerah untuk memperebutkan piala bergilir Ketua Umum PBNU.
Senin, 22 Februari 2010
Seni Hadrah, Cegah Stroke
Diposting oleh Bermacam-macam di 05.39Label: Hiburan
Teknologi Robot Indonesia Tak Ketinggalan dari ASEAN
Diposting oleh Bermacam-macam di 05.35
jakarta (ANTARA) - Indonesia tidak ketinggalan dalam pengembangan teknologi robot dibandingkan negara lain ASEAN, meskipun jika dibandingkan dengan Jepang atau Korea masih tertinggal jauh.
"Perkembangan robotika di Indonesia akhir-akhir ini lumayan pesat. Tapi agar lebih mampu bersaing di dunia dibutuhkan dukungan pemerintah yang lebih kuat tentunya dengan dukungan biaya yang tidak sedikit," kata Pakar Mekatronika/Robotika dari UI, Dr Abdul Muis M Eng di Jakarta, Minggu.
Menurut dia, dibandingkan dasawarsa lalu sekitar tahun 2000, sangat jarang dijumpai perguruan tinggi yang memiliki perkuliahan yang khusus tentang robot, namun sejak mulai maraknya lomba robot, kini hampir setiap perguruan tinggi terkemuka memiliki tim robot.
Ia mengatakan saat ini Jepang masih terdepan dalam dunia robot, namun pengembangan robot untuk generasi mendatang di dunia, diperkirakan akan dipimpin oleh Korea Selatan.
"Korea telah membuat robot center yang sangat besar sebagai tempat pengenalan dan sosialisasi teknologi robot. Setiap sekolah di sana juga diundang dan dibiayai untuk melakukan tur studi ke robot center. Sementara China juga tak kalah cepat perkembangan teknologi robotnya," katanya.
Sementara itu teknologi robot di Amerika Serikat juga masih terdepan, di mana riset-riset tentang robot dilakukan dengan dana yang tak terbatas dari militer.
Muis, yang meraih gelar master dan doktornya di Keio University, Jepang, institusi yang memiliki Ohnishi lab dan dikenal sebagai pioner pengembangan teknologi haptics untuk surgery robot, menyatakan ada perbedaan signifikan ketika kembali ke Indonesia, tempat ia terpaksa melakukan riset robotnya dengan perangkat yang murah.
"Selama di Keio University, riset yang pernah saya lakukan mengendalikan dua robot mobile manipulator dengan high speed camera, visual tracking, compliant control dan realtime bilateral atau haptics robot," katanya.
Namun di Indonesia, karena robot berbasis "embedded system" (mikrokontroller) yang dirisetnya menggunakan sarana ala kadarnya, maka, hanya dihasilkan kinerja dan presisi yang juga sekedarnya saja, ujarnya.
Menurut dia, setidaknya dibutuhkan biaya puluhan kali lipat untuk bisa mendapatkan kinerja sebaik yang pernah dilakukan di Jepang.
Sebagai contoh, sensor putaran di Ohnishi lab menggunakan laser dengan presisi 360 / 80000 derajat. Sedangkan sensor putaran yang paling tinggi bisa digunakan di Indonesia hanya 360 / 1500 derajat, ujarnya.
Memang di pasaran bisa didapat presisi 360 / 2500 derajat, namun perangkat untuk membacanya tidak bisa dibuat dengan komponen yang tersedia di pasaran Indonesia.
Label: Teknologi
Indosat Masuki Masa Diam
Diposting oleh Bermacam-macam di 05.33
PT Indosat Tbk mengeluarkan pernyataan bahwa perusahaan tengah memasuki 'silent period' atau periode tidak dapat menyampaikan informasi yang bersifat material, terutama terkait data dan angka operasional dan kinerja perusahaan tahun 2009.
Menurut keterangan Indosat, langkah diam seribu bahasa ini terkait dengan akan dilakukannya pengumuman Kinerja Perusahaan 2009 oleh Qatar Telecom sebagai induk perusahaan Indosat.
"Silent period ini akan berakhir pada awal Maret 2010 saat Qtel Group mengumumkan Kinerja Tahun 2009 yang segera disusul dengan pengumuman kinerja Indosat tahun 2009," sebut keterangan pers yang dirilis Indosat, Rabu (17/2/2010).
Pernyataan Indosat ini dirilis tak lama setelah mencuat isu soal dugaan penggelembungan data pelanggan seluler selama kuartal keempat 2009 lalu, agar posisinya tak disalip XL Axiata di penghujung tahun. Namun periode diam ini disebut tak berhubungan dengan isu apapun.
Sebelumnya banyak yang memprediksi XL akan menyalip posisi Indosat di nomor dua. Merujuk pada kinerja kuartal ketiga, posisi pertama masih diduduki Telkomsel dengan 80 juta pelanggan, kedua Indosat dengan 28,7 juta pelanggan, dan XL dengan 26,6 juta pelanggan. Telkomsel menguasai 47% pangsa pasar, disusul Indosat 18%, dan XL 15%.
Proyeksi XL akan segera menduduki nomor dua semakin menguat jika dilihat dari gencarnya aktivitas pemasaran dan jumlah infrastruktur seluler yang dimiliki. Saat itu XL telah memiliki 18.790 BTS, melampaui Indosat dengan 17.618 BTS.
Kemudian, pada Januari lalu, XL mengumumkan kinerja selama 2009 dengan membukukan 31,4 juta pelanggan atau tumbuh 21% dibandingkan 2008. XL juga mencetak laba sebesar Rp 1,7 triliun atau naik dibandingkan pencapaian 2008 yang sempat mengalami kerugian Rp 15,109 miliar.
Sedangkan Telkomsel di saat yang sama tetap mempertahankan posisi nomor satu dengan 82 juta pelanggan dan meraup omzet sekitar Rp 40 triliun.
Selang seminggu setelah XL mengumumkan kinerja 2009, Indosat kemudian merilis jumlah pelanggan hingga akhir tahun lalu yaitu 33,1 juta atau mendapatkan 4,4 juta hanya dalam waktu satu kuartal saja.
Label: Teknologi
Kemenkominfo: Kemungkinan Besar Tarif Internet Akan Turun
Diposting oleh Bermacam-macam di 05.30
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Komunikasi dan Informatikan menyatakan kemungkinan penurunan tarif internet akan terjadi pasca-penggelaran layanan BWA pita frekuensi radio 2.3 GHz.
"Salah satu tujuan utama dari kebijakan pemerintah dalam rangka penyelenggaraan telekomunikasi untuk akses broadband menggunakan spektrum frekuensi Broadband Wireless Access (BWA) dan seleksi penyelenggaraannya pada pita 2.3 GHz dan 3.3 GHz ini adalah mendorong ketersediaan tarif akses internet yang terjangkau (murah) di Indonesia," kata Kepala Pusat Informasi dan Humas Kemenkominfo, Gatot S. Dewa Broto, dalam keterangan persnya di Jakarta, Minggu.
Ia mengatakan, tarif internet saat ini belum terjangkau sepenuhnya oleh para pengguna, ditentukan oleh tingkat kompetisi yang sesungguhnya telah cukup banyak produk substitusi broadband internet baik wireline maupun wireless; dan komponen biaya penyelenggaraan yang meliputi biaya bandwidth, OPEX (PNBP, SDM, Marketing dan lain sebagainya) dan CAPEX (harga spektrum up front / annual dan investasi perangkat).
Namun demikian, menurut dia, harapan terhadap kemungkinan penurunan tarif internet ini sudah barang tentu sangat ditentukan oleh tingkat keseriusan para penyelenggara jaringan tetap lokal berbasis packet switched yang menggunakan pita frekuensi radio 2.3 GHz untuk keperluan layanan pita lebar nirkabel.
"Tingkat keseriusan ini di antaranya harus dibuktikan dengan komitmen para pemenang seleksi tender BWA ketika pada saatnya harus memenuhi kewajiban finansial dalam pembayaran up front fee dan BHP frekuensi radio," katanya.
Sejauh ini pihaknya sampai dengan 19 Pebruari 2010 telah menerima pembayaran dari PT Telkom, PT Indosat Mega Media, PT First Media, PT Jasnita Telekomindo dan dan PT Berca Hardayaperkasa (namun denda keterlambatan pembayaran masih dalam penagihan oleh Ditjen Postel, Kementerian Kominfo).
Kini hanya tinggal PT Internux, yang belum memenuhi sama sekali kewajiban pembayarannya. Semula kepada PT Internux telah diminta untuk memenuhi kewajiban pembayaran BHP frekuensi radio selambat-lambatnya pada 20 Januari 2010 dengan dikenakan denda sebesar 2 persen perbulan dari kewajiban BHP frekuensi radio yang terhutang dan tidak akan ada lagi perpanjangan waktu.
"Pemenang seleksi yang tidak membayar BHP frekuensi radio sampai dengan batas waktu yang telah ditetapkan maka penetapan pemenang pada blok frekuensi di zona yang dimenangkan akan dibatalkan oleh Menteri," katanya.
Hal itu berarti hak PT. Internux sebagai pemenang seleksi dibatalkan, serta Izin Prinsip Penyelenggaraan Jaringan Tetap Lokal Berbasis Packet Switched PT. Internux Nomor: 422/KEP/M.KOMINFO/11/2009 dicabut.
Hanya saja, kata Gatot, sebelum keputusan pencabutan dan pembatalan dijatuhkan, pihaknya terlebih dahulu akan memverifikasi dan mengecek ulang untuk mengetahui apakah unsur pelanggaran benar-benar telah dapat dibuktikan dalam aspek keterlambatan pembayaran tersebut.
Label: Teknologi
Meski Masuk Prolegnas, RUU Nikah Siri Baru Judul & Penjelasan Awal
Diposting oleh Bermacam-macam di 05.26RUU Hukum Material Peradilan Agama Bidang Perkawinan atau RUU Nikah Siri yang masuk ke Badan Legislasi (Baleg) DPR ternyata baru berupa judul dan penjelasan awal. Draf lengkap RUU tersebut belum diterima Baleg.
"Masuk ke kita baru judul dan penjelasan awal, tapi substansi undang-undangnya sendiri belum lihat," kata Ketua Badan Legislasi DPR Ignatius Mulyono, kepada detikcom per telepon, Senin (22/2/2010).
Status RUU yang lebih dikenal dengan nama RUU Nikah Siri itu memicu polemik setelah Menag Suryadharma Ali menyatakan RUU " tidak ada barangnya". Padahal Baleg menyatakan RUU itu sudah masuk prolegnas.
Menurut Ignatius, RUU yang merupakan usulan pemerintah dimungkinkan untuk masuk dalam Prolegnas 2010 meski drafnya belum ada. Bila pemerintah yakin bisa menyiapkan draf itu sesuai waktu yang ditentukan, Baleg setuju saja memasukkannya dalam prolegnas.
"Itu tergantung kesiapan menyusun draf dan yakin dalam masa sidang 2010 akan selesai," kata Ignatius.
Politisi Demokrat ini menjelaskan, RUU dengan nama Hukum Material Peradilan Agama Bidang Perkawinan berada di nomor 56 dari 58 RUU Prolegnas prioritas 2010. Ignatius kembali menegaskan, belum ada draf RUU tersebut yang masuk ke DPR.
Dijelaskan Ignatius, judul dan penjelasan awal RUU Nikah Siri adalah hasil pembahasan Kementrian Hukum dan HAM dan Baleg DPR. Adapun draf yang akan disampaikan kemudian, barulah menyertakan persetujuan presiden.
Draf RUU usulan pemerintah, kata Ignatius, adalah hasil pembahasan kementrian terkait dengan masyarakat, yang kemudian disampaikan ke DPR dengan persetujuan presiden. Ia menduga draf RUU Nikah Siri yang beredar di masyrakat adalah masukan dari masyarakat itu kepada Kementrian Agama.
"Itu mungkin masukan dari masyarakat," ujarnya.
Ignatius menjelaskan, RUU Nikah Siri baru masuk Prolegnas pada 2010-2014, meski sudah ada pemikiran terhadap hal itu pada 2007. "Masih ada keraguan dari pihak penyusun," kata dia.
Ia melajutkan, untuk draf RUU yang sudah lengkap dan diteken presiden, selanjutnya akan masuk ke Badan Legislasi untuk diteliti. Kemudian masuk ke Badan Musyawarah untuk ditentukan siapa (komisi atau pansus) yang akan membahasnya. Selanjutnya diumumkan pembahasannya di rapat paripurna.
"Untuk tahun ini sudah empat draf RUU, dua sudah matang, dua masih diteliti Baleg," katanya.
Label: Nasional
Pemeriksaan Feri Wibisono Belum Selesai
Diposting oleh Bermacam-macam di 05.24Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum bisa mengumumkan hasil pemeriksaan terhadap Direktur Penuntutan, Feri Wibisono. Pemeriksaan Feri belum selesai.
"Pengawas internal belum selesai melakukan pemeriksaan sehingga belum bisa disampaikan ke pimpinan," kata Juru Bicara KPK, Johan Budi, kepada detikcom di Gedung KPK, Senin (22/2/2010).
Sebelumnya disebutkan, hasil pemeriksaan terhadap Feri akan diumumkan hari ini oleh KPK. Namun Johan memastikan hasil pemeriksaan akan disampaikan terbuka oleh pimpinan KPK.
"Nanti pimpinan akan sampaikan," kata Johan.
Feri diduga melanggar kode etik pegawai KPK karena mengantar eks Jamintel Wisnu Subroto keluar dari pintu samping usai Wisnu menjalani pemeriksaan di KPK. ICW mengadukan Feri ke KPK dan meminta KPK mengembalikan Feri ke institusi asalnya, Kejaksaan.
Label: Nasional
SBY Kumpulkan Parpol Koalisi di Cikeas
Diposting oleh Bermacam-macam di 05.20Situasi politik menjelang pembacaan kesimpulan dan rekomendasi Pansus Century makin tegang saja. Partai-partai koalisi dan sejumlah anggota Pansus Century dipanggil SBY ke Cikeas malam ini.
"Ada pertemuan di Cikeas nanti malam kira-kira pukul 20.00 WIB. Pesertanya semua partai koalisi," kata sumber detikcom yang menjadi salah satu pimpinan dalam parpol koalisi kepada detikcom, Senin (22/2/2010).
Menurut sumber tersebut, SBY mengirim langsung undangan pertemuan Cikeas melalui SMS. Dalam pesan tertulisnya tersebut, beberapa tokoh akan diundang. "Kami mendapat undangan tadi sore lewat SMS, belum tahu siapa yang datang," kata sumber tersebut meminta jangan disebutkan namanya.
Politisi salah satu parpol koalisi ini khawatir pertemuan tersebut akan menjadikan kesimpulan Pansus Century menjadi antiklimaks. Menurutnya, seharusnya Pansus menyebut nama di kesimpulan akhirnya.
"Substansi kan harus terang benderang, masa harus nggak jelas. Pansus memang harus sebut nama dan itu tradisi Pansus. Dulu Pansus tertutup sebut nama, sekarang terbuka malah nggak sebut nama, bagaimana ini?" keluhnya.
Label: Nasional




